5 Gunung Terindah di Indonesia Yang Wajib Anda Kunjungi

wisata di indonesia
 
Gunung Terindah di Indonesia – Gunung merupakan sebuah bentuk tanah yang menonjol di atas wilayah sekitarnya. Gunung adalah bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, tetapi ada kesamaaan, dan penggunaan sering tergantung dari adat lokal. Beberapa otoritas mendefinisikan gunung dengan puncak lebih dari besaran tertentu; misalnya, Encyclopædia Britannica membutuhkan ketinggian 2000 kaki (610 m) agar bisa didefinisikan sebagai gunung.
Gunung Terindah di Indonesia

 

Gunung adalah sebuah bentuk tanah yang menonjol di atas wilayah sekitarnya. Gunung adalah bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, tetapi ada kesamaaan, dan penggunaan sering tergantung dari adat lokal. Beberapa otoritas mendefinisikan gunung dengan puncak lebih dari besaran tertentu; misalnya, Encyclopædia Britannica membutuhkan ketinggian 2000 kaki (610 m) agar bisa didefinisikan sebagai gunung.
Sebuah gunung biasanya terbentuk dari gerakan tektonik lempeng, gerakan orogenik atau gerakan epeirogenik. Pegunungan merupakan kumpulan atau barisan gunung.
Mau tahu apa saja gunung terindah di Indonesia? Berikut daftar 10 gunung terindah di Indonesia yang patut dijadikan destinasi wisata Anda.
1. Gunung Rinjani, NTB
Gunung Rinjani, NTB

Gunung Rinjani merupakan gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25′ LS dan 116º28′ BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.

Pendakian Gunung Rinjani (puncak) merupakan salah satu objek wisata yang menjadi andalan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Gunung Rinjani sebagai gunung vulkanik yang tetap aktif no 2 tertinggi di Indonesia. Puncak Gunung Rinjani merupakan target sebagian besar para petualang dan pencinta alam yang berkunjung ke kawasan ini gara-gara bila telah sukses capai puncak itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Animo komunitas pencinta alam di seluruh nusantara lebih-lebih dari mancanegara dalam kesibukan pendakian lumayan besar, ini terbukti bersama kuantitas pengunjung yang melakukan pendakian tiap-tiap tahunnya mengalami peningkatan.
Kegiatan pendakian secara besar-besaran ditunaikan terhadap bulan Juli s/d Agustus, terhadap bulan Agustus (pertengahan) peserta pendakian biasanya didominasi oleh kalangan pelajar/mahasiswa dari seluruh Indonesia yang idamkan merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Puncak Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak melalui kesibukan “Tapak Rinjani” yang diadakan secara rutin tiap-tiap tahunnya oleh salah satu grup pencinta alam di Pulau Lombok yang bekerjasama bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.
2. Gunung Bromo

Gunung Bromo

 

Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, keliru seorang Dewa Utama didalam agama Hindu), adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini punya ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada didalam empat wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo kondang sebagai object wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah object wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang tetap aktif. Gunung Bromo terhitung didalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Namun jika anda mempunyai jiwa petualang maka anda sanggup mencoba jalan perjalanan yang jarang di lewati wisatawan. Yaitu lewat kota Malang anda masuk lewat kota kecil tumpang lantas masuk kota pronojiwo lantas dapat lewat cagar alam yang terlampau indah dari sini anda dapat menjumpai pertigaan jalan di mana kearah selatan dapat memasuki ranu pane ( kearah gunung semeru ) dan kearah utara anda memasuki lautan pasir bromo yang berada di punggung gunung bromo sebelah selatan. Pertigaan tersebut bernama Jemplang. Perjalanan di mulai dengan menuruni bukit yang lantas disambut dengan padang rumput yang lama kelamaan bergeser jadi lautan pasir. Jalan ini dapat melingkari gunung bromo melalui lautan pasir selama kurang lebih 3 jam.
Jalur ini sebetulnya tidak terlampau curam dan sanggup di lewati sepeda motor, tapi perlu jiwa petualang dikarenakan jalurnya yang tetap jarang di lewati dan tidak ada satupun persinggahan maupun rumah penduduk. Kita dapat benar- benar disuguhkan dengan perjalanan yang terlampau menantang. Namun anda dapat diganjar dengan rahasia Bromo yang lain, yang terlampau jarang diamati wisatawan, yakni padang ruput sabana dan bunga yang terlampau luas berada dibalik Gunung Bromo. Sungguh panorama yang berkebalikan terhadap segi Utaranya yang gersang dan berdebu. Namun kudu diingat, sebaiknya jangan lewat jalan ini terhadap malam hari dan atau didalam cuaca yang berkabut. Jalur tidak dapat terlihat didalam kondidi seperti ini.
Lautan pasir adalah andalan wisata dari gunung Bromo, di alam pegunungan yang sejuk, kami sanggup melihat padang pasir dan rerumputan yang luas. Sedangkan yang paling ditunggu dari gunung bromo adalah sightview ketika matahari terbit dan terbenam dikarenakan sebetulnya dapat nampak menyadari sekali dan terlampau indah. Walaupun perjalanan ke Bromo terlampau berdebu, tapi tidak terasa, dikarenakan keindahan yang disuguhkan terlampau luar biasa.
3. Gunung Ijen
Gunung Ijen

Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini punyai ketinggian 2.443 mdpl dan terletak berdampingan bersama Gunung Merapi. Gunung Ijen terakhir meletus terhadap th. 1999. Salah satu fenomena alam yang paling kondang berasal dari Gunung Ijen adalah kawah yang terletak di puncaknya. Untuk mendaki ke gunung ini bisa berangkat berasal dari Banyuwangi ataupun berasal dari Bondowoso.

Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet (1838) seorang pakar geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat kekuatan lewat Widodaren, setelah itu Junhuhn (1945) seorang pakar botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayek-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan sesudah 1945 umumnya pendakian ditunaikan lewat lereng utara lewat Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.
Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang berupa asam yang berada di puncak Gunung Ijen bersama tinggi 2.443 meter di atas permukaan laut bersama kedalaman danau 200 meter dan luas kawah raih 5.466 Hektar. Danau kawah Ijen dikenal merupakan danau air terlalu asam terbesar di dunia[1]. Kawah Ijen berada di dalam lokasi Cagar Alam Taman Wisata Ijen Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Setiap dini hari kurang lebih pukul 02.00 sampai 04.00, di kurang lebih kawah bisa dijumpai fenomena blue fire atau api biru, yang merupakan keunikan tempat ini, karena pemandangan alami ini cuma berlangsung di dua tempat di dunia yakni Islandia dan Ijen. Dari Kawah Ijen, kita bisa memandang pemandangan gunung lain yang tersedia di kompleks Pegunungan Ijen, di antaranya adalah puncak Gunung Merapi yang berada di timur Kawah Ijen, Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Rante, dan sebagainya.
4. Gunung Kelimutu
Gunung Kelimutu

Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna dikarenakan memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna berikut tetap berubah-ubah sejalan dengan perjalanan waktu.

Kelimutu merupakan kombinasi kata berasal dari “keli” yang bermakna gunung dan kata “mutu” yang bermakna mendidih. Menurut keyakinan penduduk setempat, warna-warna terhadap danau Kelimutu memiliki makna tiap-tiap dan memiliki kemampuan alam yang terlampau dahsyat.
Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan area berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang sudah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan area berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal dan sepanjang ia hidup tetap melaksanakan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan area berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang sudah meninggal.
Para penduduk di lebih kurang Danau Kelimutu percaya, bahwa terhadap kala danau beralih warna, mereka wajib memberikan sesajen bagi arwah orang – orang yang sudah meninggal.
5. Gunung Gede
Gunung Kelimutu

Gunung Gede merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede berada dalam area lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang merupakan tidak benar satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia terhadap th. 1980. Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yakni Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, bersama ketinggian 1.000 – 3.000 m. dpl, dan berada terhadap lintang 106°51′ – 107°02′ BT dan 64°1′ – 65°1 LS. Suhu kebanyakan di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, bersama curah hujan kebanyakan 3.600 mm/tahun. Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas dan Cipanas.

Gunung Gede maupun kawasan Taman Nasional Gede Pangrango juga merupakan objek wisata alam yang menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun internasional.
Itulah 5 gunung terindah yang ada di Indonesia yang bisa anda jadikan destinasi wisata terbaik. Gimana sudah ada bayangan mau berwisata gunung kemana? Jangan lupa ajak teman, keluarga dan pasangan anda supaya jalan-jalan anda menjadi lebih menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *