Wisata Lagalaga Eka atau Owasi-Wasika Di Wamena Bulan Mei Penuh Warna Ungu

Wisata Lagalaga Eka atau Owasi-Wasika Di Wamena Pada Bulan Mei – Pada setiap bulan Mei tumbuh tanaman yang subur dan dapat menghasilkan bunga berwarna ungu yang indah di bulan Mei pada tiap tahunya. Dalam bahasa Balim, masyarakat biasanya menyebutnya dengan “Owasiwasika” dan sekarang orang lebih mengenal dengan sebutan “Rumput Mei” karena rumput tesebut hanya muncul di bulan Mei saja. Pada saat bulan Mei ini sejauh mata memandang, rumput yang berwarna ungu mulai ada dan tumbuh sekitar tahun 70-an. Memang menghasilkan warna yang sangat indah dan elok yang dapat memanjakan mata yang melihatnya. Banyak wisatawan muda bahkan warga dari luar Wamena dan wisatawan asing berdatangan untuk berfoto ria di hamparan rumput Mei ini.  Salah satu spot terbaik rumput mei di Kampung Parema, Distrik Wesaput. Ada sekitar 5 (lima) titik tempat pengambilan yang dinilai bagus untuk hasil foto yang bagus dan baik. Salah satu spot foto yang bagus adalah,

Wisata Lagalaga Eka atau Owasi-Wasika Di Wamena Bulan Mei Penuh Warna Ungu

wisata di wamena

Hingga saat ini, banyak warga yang mendatangi Kampung Parema untuk mengambil foto bersama dengan latarbelakang hamparan rumput Mei. Selain di Kampung Parema, ada beberapa titik yang menjadi tujuan warga, diantaranya di Pikhe, Distrik Pisugi, gunung susu. Dan biasanya sebuah lembah dikelilingi hamparan rumput dan ilalang berwarna hijau. Namun, tidak di Lembah Baliem tepatnya di Kabupaten Jayawijaya Wamena. Lembah ini dikelilingi hamparan ilalang berwarna ungu. Lebih tepatnya lembah ini terletak di Kampung Parema Distrik Wesaput dan Kampung Aikima Distrik Hubikosi. Hamparan warna ungu lainnya, ternyata juga ada di Distrik Napua dan Distrik Walesi.

Keajaiban alam ini hanya terjadi pada satu kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Mei. Informasi yang dihimpun adalah tanaman sejenis rumput atau ilalang yang biasa disebut oleh masyarakat setempat dengan nama Lagalaga Eka atau Owasi-Wasika yang membuat keajaiban warna ungu. Keindahan alam ini diyakini masyarakat setempat mulai terjadi sekitar 1970 hingga 1980-an.

baca juga : Wisata Perbatasan RI – PNG Skouw

Walau belum jelas nama asli dari rumput yang berwarna ungu ini, banyak masyarakat Wamena yang tinggal di daerah Lembah Baliem tersebut, masyarakat setempat mencoba memberikan nama pada rumput itu  dengan sebutan Lagalaga Eka atau Owasi-Wasika dan “Rumput Bulan Mei”. Misalnya, Wasiwasika berdasarkan kesamaan.

baca juga : Mencoba Kuliner Di Ujung Timur Indonesia yang Enak & Bergizi

Pesona warna ungu dari rumput itupun lokasinya tidak jauh dari Kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Jarak tempuhnya hanya berkisar 5-20 menit yang bisa dijangkau dengan kendaraan dua ataupun kendaraan roda empat, bahkan lokasi ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Rumput dengan dominan warna ungu ini hanya pada tanggal 5 – 14 Mei tiap tahunnya akan tetapi jika diatas tanggal 20 Mei, rumput itu mulai berubah warnanya.

Kabupaten Jayawijaya

wisata rumpu bulan mei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *